Ketika saya membaca buku Mazhab Ketiga : Psikologi Humanistik Abraham Maslow yang ditulis oleh Frank G. Goble, saya tergugah ketika membaca beberapa paragraf dibuku itu. Berikut kutipannya :
Ada sebuah ilustrasi yang menyokong pendapat bahwa para ilmuwan profesional bukanlah satu-satunya pihak yang berwenang memecahkan persoalan-persoalan manusia, Maslow mengemukakan sebagai contoh Syannon, sebuah perkumpulan yang dirintis orang-orang yang bukan profesional namun mencapai sukses lebih besar dibandingkan ahli-ahli profesional dalam membantu menyembuhkan korban kecanduan narkotika. Maslow melukiskannya sebagai berikut, “Apa yang ingin kami sampaikan lewat kisah Syannon itu ialah betapa ilmu yang birokratik itu sangat absurd. Di sana bagian-bagian tertentu dari kebenaran harus diberi rumusan “tidak ilmiah”, kebenaran baru sungguh-sungguh benar jika dikumpulkan oleh para “kolektor kebenaran” yang memiliki ijazah yang sesuai dan mengenakan pakaian seragam serta mengikuti metode-metode atau serba upacara yang keramat… Benarkah hanya sang diplomat, penyandang gelar Ph. D., peraih gelar Doktor di bidang kedokteran, sang profesional, yang boleh menjadi arif, berpengetahuan luas, berpikiran tajam, mampu menemukan sesuatu, mampu menyembuhkan? … sungguh-sungguh bijaksana dan bermanfaatkah menuntut bekal pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi sebagai syarat sekian banyak jenis pekerjaan, bukannya menuntut pendidikan, pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan kecocokan yang nyata untuk tiap-tiap jenis pekerjaan?”
Ketika saya membacanya, saya langsung menandainya dengan stabilo kuning. Kalimat-kalimat ini benar-benar membuat saya,“WAH.” Teringat ketika diskusi di plurk.com, masih banyak pekerjaan yang menuntut adanya ijazah dari perguruan ini-itu dengan IPK yang harus tinggi dan bla bla bla. Padahal kita belum tahu sampai dimana kemampuan dia.. Sementara banyak orang-orang yang gagal dengan pendidikan formal mereka, tetapi mereka memiliki keterampilan, pengetahuan, kemampuan yang mungkin nggak mereka dapatkan di sistem pendidikan formal
Seseorang pernah mengatakan,“Experience is the best teacher”
Akhirnya, yang 

