10

Mulutmu Harimau-mu, Pandanganmu Menusuk-ku

Kemarin, saya sempat dibuat kesal oleh seseorang. Super duper kesal! Saya kesal dan tersinggung karena pandangan dia, omongan dia, seolah-olah merendahkan saya! Oh, okey memang saya nggak punya kemampuan seperti kamu! Tapi, tolong dong ya.. Saya mbok ya diajari pelan-pelan, bukan dipandang seolah-olah “Gitu doang nggak bisa?!”

Setelah melihat dia bertingkah seperti itu. Saya diam saja, saya tahan amarah di dalam hati ini. Bukannya saya nggak mau melampiaskan, hanya saja, saya takut ngamuk disaat yang tak tepat. Waktu itu kita lagi ngumpul. Nggak mungkin dong saya ngamuk-ngamuk dan bikin suasana jadi nggak enak. Jadi, saya tahan saja walaupun akhirnya keluar juga sebagai tangisan.

Dan kalian tahu? Dia sama sekali tidak sadar! Teman saya yang satu sibuk sms dan telpon saya. Sementara dia? Boro-boro. Saya juga sudah malas berurusan dengan dia.

Setelah kejadian ini, saya belum ada bertemu dengannya? Parahnya, saya orang yang paling males pasang-tampang-pura-pura-baik-padahal-lagi-eneg. Entahlah, apa saya bisa pasang tampang sok baik di depan dia…

gambar dipinjam dari sini

13

Surpriseee!!

Masih ingat postingan saya yang sebelumnya? Tentang kejutan dari teman-teman saya yang (hampir) gagal. Kenapa saya bilang hampir? Karena ternyata nggak jadi gagal! Jadi, ketika saya sedang asyik beberes di lab (saat itu lab sudah sepi), teman-teman saya yang sedang diluar, tiba-tiba masuk ke dalam dengan tingkah yang sedikit aneh dan …………….

TARAAA… Muncullah pacar saya dengan pita di lehernya serta membawa kado berbentuk hati. Reaksi pertama saya ketika melihat dia adalah…. Melempar tempat pensil ke perutnya! 😆 selanjutnya? Lebih baik di skip saja karena adegannya sedikit anarkis 😆
Saat itu perasaan saya campur aduk! Antara marah dan senang. Marah karena kenapa saat itu saya tidak bisa melihat gelagat teman saya yang terlihat ganjil! Padahal seharusnya itu keahlian saya kan? 😛 Senang ya tentu aja karena dia dateng. Horeeee :mrgreen:

Empat hari itu berlalu begitu cepat (30 Maret – 2 April 2010), tapi “kegilaannya” tetap membekas. Yang pertama, gila karena naik angkot jam 2 pagi dari Ubinus Anggrek, terus lanjut naik taksi ke Cawang UKI bersama 3 cowok ganteng 😆 (Si Pacar, Abang saya dan Adik saya :D) buat pulang ke rumah, yang kedua, gila karena masak donat ubi merah jam 12 malam sampe jam 4 pagi! Hahaha 😆 ni gara-gara saya dan 3 cowok itu sebelumnya karaokean dulu di Kelapa Gading, sampe rumah jam 12 kurang, karena si pacar malamnya besok malam (malam Sabtu) sudah pulang, terpaksa deh masak donatnya jam segitu 😛 Cukup dua dulu kegilaannya, karena kalo tiga, bisa bahaya! *LHO?!* 😛

Btw, kayaknya belom afdol kalo nggak ada foto ya 😛

sweet, se - sweet yang memberi 😛

donat ga musti bolong tengahnya kan? 😛 ini donat isi coklat keju, yummy!!

inilah kami, macam kopi susu saja, hahaha

Terimakasih buat Mita, Dian, Indah, Melati, May, Nimas dan Bayu buat kado terindah di tahun ini! Sering-sering yak, ahahahaha 😆 Looovee you, guys!