0

Mbak, ngerti privacy nggak sih?

Udah dua hari ini Tania kelihatan gelisah di depan teman-temannya. Aku, Mel, dan Ayu heran melihatnya. Dalam hati, kita bertanya-tanya.. Ada apa ya dengan si Tania?

Aku tahu, Tania ada “bisik-bisik” dengan Mel. Entah soal apa. Aku tak menggubris karena tak terlalu tertarik. Namun, lama-lama tergelitik juga untuk mengetahuinya. Bagaimana tidak? Mereka “bisik-bisik” di depanku.. Awalnya, aku pikir, ah dia pasti hanya curhat biasa. Buat apa aku kepo? Namun, ketika hari ini, hari kedua, Tania tetap terlihat cemas dan gelisah. Anehnya, ia tidak mau bergabung dengan kami seperti biasa.

Akhirnya, aku dan Ayu pun mencari tahu. Ku temui Mel saat sendirian… “Mel, Tania kenapa sih?” tanyaku.

“Ya, seperti biasa… dia punya pikiran negatif soal kita,” jawab Mel. Akhirnya Mel menjelaskan kronologisnya. Tania merasa bahwa kita semua ngomongin dia dibelakang, karena kemarin dia sempat komen foto yang baru saja diupload oleh Mel. Komen Tania memang cukup aneh.. Dan memang sempat jadi perbincangan di grup BBM kita bertiga, tapi yah… Hanya obrol biasa kok. Selama ini, Tania mengaku, bahwa ia dapat merasakan orang-orang yang ngobrolin dia di belakang. Semacam indera ke enam kali ya? Ah entahlah..

Ternyata, usut punya usut…… Tania bukan menggunakan feeling-nya ketika tahu ia diomongin di belakang. Tetapi…. Dia membongkar privacy Mel. Ya, dia akhirnya mengaku pada Mel kalau dia sebenarnya membuka chat di grup BBM kita bertiga, yang saat itu masih ada obrolan semalam ketika kita ngobrolin Tania. Oh my…… dia sebenarnya tau privacy nggak sih?

Oke, aku akui, ngobrolin orang di belakang itu memang salah. Tapi, serius deh… obrolan kita cuma gitu aja.. cuma bilang,”Lucu deh liat komen Tania.” dan selesai. Menurut aku, dia nggak perlu dong sampe segitunya ngebongkar privacy Mel. Ngebuka chat grup BBM yang sebenarnya¬† bukan buat di lihat umum?! Hey, itu sebenernya sama aja lo ngebuka SMS temen lo?!

Aku, Mel dan Ayu sekarang kebingungan, emosi juga… Karena ngomong sama Tania susah banget. Dia bilang ke kita,”Kalo mau ngomong, di depan gue aja, jangan di belakang..”

Bagaimana ngomongnya kalau perasaan dia mudah tersinggung? Gimana ngomongnya kalau dia dikasih tahu yang bener aja susah? Tapi sumpah ya ….. aku nggak setuju banget sama kelakuan dia, mau segimana dia MAU TAUNYA sama kita, tetapi dia nggak perlu dong sampe ngebongkar privacy orang lain?

Helloooo, mbak, ngerti PRIVACY nggak sih?

PS : nama-nama yang ada di cerita ini bukanlah nama sebenarnya.